Skip to main content
MOM AND BABY

follow us

Bayi Rewel Sering Menangis Ingin digendong Terus dan Menyusu Lebih Lama | Tanda Bayi mengalami Growth Spurt

Proses merawat sikecil yang baru saja dilahirkan setelah penantian berbulan-bulan di dalam kandungan, tentu menjadi proses yang indah dan begitu dinanti oleh moms and dads.

Namun moms, ternyata proses merawat sikecil tidak selamanya mudah. Terlebih bagi new mom yang mungkin banyak bertanya-tanya bahkan kaget ketika menghadapi berbagai situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Seperti yang saya alami moms. Tinggal berdua bersama suami sejak melahirkan, banyak hal yang kami pelajari secara otodidak dan bertanya kesana kemari (tentunya sumber yang dapat dipercaya) dalam mencari tahu cara perawatan bayi yang tepat.

Nah satu hal penting yang ingin saya share kepada moms and dads kali ini, yakni mengenai growt spurt. Apa itu growth spurt?

Growth Spurt

Growth spurt artinya percepatan pertumbuhan. Suatu kondisi dimana bayi mengalami pertumbuhan yang pesat dibanding sebelum atau sesudahnya. Misalnya saja bayi saya, ketika lahir beratnya hanya 2,9 kg. Namun dalam waktu 1 bulan berat badannya melonjak naik sebanyak 2 kg. Sehingga saat memasuki usia 2 bulan, berat badannya sudah mencapai 5,4 kg.

Kenali Tanda-tanda Growth Spurt

Bagaimana tandanya bayi mengalami growth spurt? Berikut saya jabarkan:

  • Bayi menyusu lebih lama dan lebih sering dari biasanya.

Bayi saya yang biasanya menyusu cukup setengah jam. Namun saat mengalami growth spurt, dia bisa menyusu sampai 2,5 jam lamanya. Jika biasanya dia harus disusui 2 jam sekali, saat mengalami growth spurt dia bisa kembali menyusu selang 1 jam saja. Hal ini karena dia membutuhkan nutrisi lebih banyak dari biasanya.

  • Bayi cenderung lebih rewel dan sulit tidur nyenyak.

Jika biasanya bayi kita bisa tidur nyenyak di atas kasur sendirian, ketika mengalami growth spurt kondisinya berbeda. Dia akan terlihat gelisah dan baru akan nyaman tidur jika sambil menyusu atau digendong.

  • Intensitas BAB/BAK lebih sering.

Nutrisi yang masuk lebih banyak melalui proses menyusui atau MPASI (untuk bayi di atas 6 bulan). Tentu karena nutrisi yang masuk lebih banyak, maka intensitas BAB/BAK pun akan meningkat. Maka moms tidak perlu hawatir. Selama feses masih berampas dan tidak terlalu cair, maka masih aman dan bukan merupakan diare atau mencret.

  • Kenaikan berat badan yang signifikan.

Nah yang sedikit saya sesali, saya baru menyadari bahwa bayi saya telah melewati fase growth spurt ketika berat badannya naik sangat signifikan di bulan berikutnya. Bayi yang tidak sedang melewati masa growth spurt biasanya mengalami kenaikan berat badan perbulannya tidak lebih dari 1 kg.

Nah moms, growth spurt ini harus menjadi perhatian penting moms and dads supaya tidak salah menyikapinya. Kenapa?

Karena banyak orang tua yang salah menyikapinya. Beberapa sikap yang salah dalam menghadapi bayi di masa growth spurt yang sering ditemui yaitu:

  • Bayi menyusu lama dianggap tidak kenyang sehingga diberikan MPASI dini (untuk bayi di bawah 6 bulan).

Hal ini tentu bisa berakibat buruk pada bayi karena belum waktunya mengonsumsi makanan selain ASI/sufor. Jadi ingat ya moms, selama ASI masih lancar terus saja berikan. Moms hanya perlu bersama untuk terus menyusui sampai bayi puas.

  • Bayi rewel ingin di gendong atau terus di pangkuan ibu dianggap bau tangan.

Moms, saat di dalam kandungan bayi terbiasa bergerak kesana kemari bersama moms. Jika kita telaah, bayi di dalam perut kita lebih tenang ketika kita beraktivitas dan justru dia aktif ketika kita berdiam diri apalagi berbaring. Maka jangan salah jika bayi nyaman di dalam gendongan/pangkuan, terlebih ketika mengalan growth spurt dia akan mencari kondisi ternyaman baginya.

Nah terakhir yang perlu jadi perhatian moms and dads ketika menghadapai bayi di masa growth spurt yaitu, moms harus lebih bersabar karena waktu moms akan tersita lebih banyak dari biasanya untuk mengurus si kecil.

Bahkan moms bisa kesulitan waktu untuk makan, minum, apalagi mengurus diri. Nah disinilah peran penting suami terutama, untuk memberikan dukungan kepada moms, dan siap siaga ketika moma membutuhkan bantuan.

Demikian pengalaman yang dapat saya share kali ini mengenai masa growth spurt pada bayi berdasarkan pengalaman saya pribadi. Semoga dapat sedikit banyak membantu moms and dads lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tulis komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Untuk komentar out of topics silahkan masuk ke Forum
Buka Komentar