Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mengatasi Anak yang Tidak Suka Makan Sayuran

Terkadang kita suka kesal kalau anak tidak suka makan sayur kemudian anak mengalami susah buang air besar atau sering disebut dengan sembelit. Ahirnya mau tidak mau kita harus membawanya ke dokter atau bidan desa setempat.

Itu semua disebabkan pola makan yang diberikan pada anak tidak sesuai dengan anjuran prinsip gizi seimbang.

Perlu kita ketahui bahwa masalah pola makan yang kerap terjadi saat ini adalah lagi-lagi anak tidak suka makan sayur. disisi lain orangtua tidak terbiasa memberikan sayuran pada anak dan kita hanya memberikan makanan instan yang kuarang serat.

Padahal kita tahu bahwa sayuran itu banyak manfaatnya terutama untuk kesehatan pada sistem metabolisme tubuh dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar memilih dan mengolah sayuran supaya mau makan.

Jadi, seandainya anak kita tidak mau makan sayur jangan sampai menganggap hal yang biasa. Tetapi kita harus dapat mencari cara bagaimana supaya kita suka makan sayur.

Baiklah, pada artikel kali ini saya akan berbagi tips bagaimana cara supaya sukan makan sayur. Silakan simak dengan seksama.

Kenapa sayuran sangat dibutuhkan oleh tubuh kita?

Cara Mengatasi Anak yang Tidak Suka Makan Sayuran

Karena selain memiliki vitamin dan kandungan lainnya disisi lain sayuran juga banyak mengandung serat yang dibutuhkan oleh tubuh terhadap sistem metabolisme.

Selain itu sayuran juga dapat mengatasi anak yang susah buang air besar atau disebut dengan sembelit. Bukan hanya anak kecil yang membutuhkan sayuran melainkan orang dewasa juga harus makan sayuran.

Ketika anak mau mengonsumsi sayuran, maka sudah pasti bahwa anak tidak akan terjadi sembelit (susah untuk buang air besar).

Oleh karena itu kita sebagai orangtua harus mampu mengolah semua jenis sayur-sayuran menjadi sebuah menu favorit anaknya.

Apa akibatnya jika anak tidak suka makan sayuran?

Cara Mengatasi Anak yang Tidak Suka Makan Sayuran

Sebagian besar dari sekian anak tidak suka makan sayur. Ini dikarenakan anak tidak dibiasakan untuk makan sayuran dan disisi lain akan merugikan kesehatan pada anak terutama gangguan pada sistem metabolisme anak.

Selain dapat mempengaruhi sistem metabolisme anak, kurangnya makan sayuran akan dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan serat bisa membuat terganggunya sstem metabolisme anak seperti mudah sakit dan susah untuk buang air besar atau disebut juga sembelit.

Oleh karena itu, kita sebagai orangtua harus dapat menghidangkan sayuran beraneka ragam dan berpenampilan menarik pada sayuran. Misalnya sayuran dapat diolah menjadi berbagai macam olahan (nasi goreng sayur, omlet sayur, macam-macam suf, dan lain-lain).

Prinsip Gizi Seimbang

Pada dasarnya prinsip gizi seimbang (PGS) mengajak anak agar dapat menyukai berbagaimacam sayuran, supanya kebutuhan pola makan gizi seimbang terpenuhi yang mana dampaknya anak akan menjadi sehat dan tidak mudah sakit.

Dari prinsip tersebut kita dapat mewujudkan dengan cara memberikan makanan kepada anak dengan berbagai macam olahan seperti membuat jus sayur, bubur ayam campur sayur. Bayam merupakan sayuran yang banyak kandungan zat besi dan memiliki serat jika dikonsumsi atau dibuat olahan makanan anak, maka anak tidak akan mudah sembelit.

Sebenarnya semua jenis sayuran itu memiliki serat namun berbeda-beda asalkan kita pintar-pintar dalam memilih sayuran dan juga mengolahnya.

Dan yang paling utama untuk memenuhi prinsip gizi seimbang adalah selalu mengatur pola makan yang sehat seperti mengonsumsi semua jenis sayuran atau makanan beraneka ragam dengan cara tidak memilih-milih makanan untuk anak.

Mengatur pola makan saja tidak cukup kalau tidak dibarengi dengan menerapkan pola hidup sehat dan salah satu cara untuk menerapkan pola hidup sehat yaitu selalu rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga dan selalu memantau BB ideal.

Bagaimana cara memilih sayuran segar?

Cara Mengatasi Anak yang Tidak Suka Makan Sayuran

Memilih sayuran juga tidak asal beli tapi kita harus bisa memilih dan dapat membedakan mana yang masih segar dan mana yang tidak. Baiklah setelah ini saya akan berbagi sedikit tips cara memilih sayuran yang memiliki kualitas baik berdasarkan pengalaman saya sampai sekarang.

Kita tidak boleh terpengaruh oleh pihak pendagang sayuran di pasar maupun di warung dengan penawaran sayuran masih segar, padalah segarnya karena selalu disimpan didalam lemari es.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk memilih sayuran untuk memenuhi kebutuhan anak kita sebelum diberikan dan diolah menjadi sebuah resep keluarga yaitu,

Pertama, silakan untuk membeli sayuran langsung dari pasar dan kalau bisa dari orang yang punya kebun langsung sehingga kita dapat leluasa untuk memetik atau mengambil sendiri. Seandainya pada halaman rumah kita memiliki cukup lahan, maka alangkah baiknya untuk menanam tanaman sayuran dengan menerapkan sistem tanam hidroponik.

Kedua, memilih sayuran yang warnanya terlihat segar biasanya terlihat tidak terlalu pucat atau layu dan tidak berwarna kecoklatan karena hama atau efek dari herbisida.

Ketiga, memilih sayuran yang berdaun segar (tidak layu) dan bebas dari herbisida. Kalaupun sayuran yang kita beli mengandung herbisida, kita jangan khawatir sebab nanti kita akan mencucinya dengan sabun.

Keempat, usahakan mencari sayuran yang masih ada akarnya seperti kangkung, bayam, dan lain-lain. Biasanya sayuran yang masih ada akarnya itu tidak mudah cepat layu dan disisi lain kandungan nutrisinya juga tetap terjaga.

Kelima, pastikan untuk membeli sayuran pada pagi hari, hal ini menghindari sayuran menjadi layu atau tidak segar sehingga kandungan nutrisi didalamnya berkurang. Jadi, hindari belanja sayuran pada siang hari. Sudah pasti kalau kita belanja pada siang hari yang ada kualitas sayuran yang dibeli tidak layak untuk anak kita.

Keenam, setelah belanja sayuran dari pasar biasakan untuk mencuci semua dengan menggunakan sabun khusus yang biasa digunakan untuk membersihkan buah-buahan.

Ketujuh, setelah mencuci kemudian keringkan dan bungkus sayuran dengan koran atau kertas dan simpan dalam lemari es tujuannya agar sayuran dapat bertahan lama dan juga tidak cepat layu atau busuk.

Tips Mengatasi Anak Tidak Suka Makan Sayuran

Bagaimana cara supaya suka makan sayur?

Cara Mengatasi Anak yang Tidak Suka Makan Sayuran

Terdapat beberpa tips untuk mengatasi anak yang tidak suka makan sayuran menjadi suka makan semua jenis sayuran yaitu dengan cara sebagai berikut,

  • Mengolah sayuran dengan bentuk bervariasi
  • Membuat beragam jenis menu sayuran
  • Hindari membuat olahan sayuran yang monoton (hanya itu-itu saja)
  • Mengolah sayuran semenarik mungkin supaya mau makan
  • Sayuran dapat diolah menjadi jus sama seperti jus buah lainnya
  • Jangan terlalu memberikan akan dengan makanan yang tidak mengandung serat baik yang diperoleh dari sayur-sayuran maupun buah-buahan.
  • Sesekali buatkan bubur dengan menambahkan sayuran yang sudah dihaluskan seperti bayam, brokoli, dan sayuran hijau lainnya.
  • Sebelum sayuran diberikan kepada anak, pastikan setiap sayuran yang akan diolah menjadi makanan bersihkan terlebih dahulu dengan air bersih.
  • Untuk peralatan memasaknya juga harus dibersihkan dalam artian tidak boleh menggunakan alat masak yang masih kotor atau belum dibersihkan tujuannya adalah menghindari bakteri-bakteri yang menempel pada alat masak. Jadi, semua peralatan dapur pastikan sudah bersih sebelum digunakan untuk memasak sayuran.
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Post a Comment for "Cara Mengatasi Anak yang Tidak Suka Makan Sayuran"