Skip to main content
Mom Baby

follow us

Cara Mengatasi Anak yang Mengalami Demam Tinggi

Hay moms. Pada artikel kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai sikap orangtua terhadap seorang anak sebelum mengalami demam tinggi.

Selain itu, pada postingan ini saya juga akan memberikan sedikit tips bagaimana cara mengatasi anak sebelum mengalami demam tinggi.

Pertolongan pertama saat anak mengalami demam tinggi adalah menemui bidan dan konsultasikan bagaimana cara menurunkan demamnya.

Namun sebelum pada pokok pembahasan, perlu kita ketahui terlebih dahulu mengenai gejala yang ditimbulkan pada saat anak mengalami demam. Gejala yang dialami anak pada saat demam ialah suhu badan anak panas dan rewel/ tidak bisa dialihkan bahkan sampai menangis dan cenderung berontak jika ditenangkan.

Kemungkinan Anak Bisa Demam

Alangkah baiknya jika kita kenali terlebih dahulu apa penyebab dan kenapa anak kita bisa mengalami demam tinggi.

Lalu apa saja penyebab anak bisa mengalami demam?. Berdasarkan pengalamam pribadi mengenai kenapa anak bisa demam yaitu terdapat beberapa kemungkinan Moms.

Pertama, bisa jadi karena mulainya tumbuh gigi pada anak. Saya juga sebagai orangtua sangat panik, pertama anak mengalami demam. Saya tidak tahu kalau itu awal dari gejala dari tumbuh gigi.

Kedua, bisa jadi karena anak baru pertama selesai suntik imunisasi. Kaum ibu yang ada di tanah air, tentu tidak heran dengan program pemerintah yang satu ini, dimana suka dilaksanakan di Desa baik untuk ibu hamil maupun anak balita.

Program Desa terbebut biasa dilaksanakan di posyandu yang mana isi materinya berupa sosialisasi maupun penimbangan dan lain sebagainya. Jadi, moms jangan panik jika anak mengalami demam.

Oleh karena itu moms jangan samapai panik dalam menghadapi anak yang mengalami demam tinggi. Bagaimana moms, sudah tahu bagaimana cara mengatasi anak yang sedang demam tinggi.

Selain tidak panik, Moms juga harus dapat memastikan suhu badan anak. Jika suhu badanya mencapai 39,5 derajat ke atas berarti badan anak panas dan harus dibawa ke bidan desa atau ke dokter anak. Karena suhu badan normal itu sekitar 36 derajat

Tips dan Saran

Moms, maukah saya beritahu sikap apa yang mesti kita lakukan sebelum anak mengalami demam tinggi?

Ingat Moms, pertama jangan panik dan selalu berikan anak dengan ASI sampai benar-benar anak kenyang. Kemudian kompres dengan air hangat. Ini adalah cara pertama yang semua orang dapat melakukannya.

Jika repot menyiapkan air hangat untuk mengkompres anak, maka silakan beli di toko terdekat/ apotek untuk membeli alat kompres penurun panas sesuai dengan usia anak bunda yang sekarang.

Kemudian kita juga sebagai ibu harus memperhatikan makanan yang bergizi agar produksi ASI meningkat dan berkualitas. Karena jika kita tidak terlalu mementingkan asupan makanan yang cukup bisa-bisa anak kita tidak terpuaskan. Nah, sekarang sudah tahu kan moms. Pentingnya makanan yang bergizi.

Baik Moms sesuai dengan maksud judul artikel ini, yaitu cara mengatasi anak sebelum mengalami demam tinggi. Pastikan pastikan terlebih dahulu suhu badan anak sampai 39,5 derajat (gunakan termomether badan yang memiliki akurasi baik). Setelah itu silakan moms lakukan usaha untuk menurunkan demamnya. Ada dua usaha yang dapat dilakukan oleh orangtua, yaitu dengan melakukan 2 cara. Bunda bisa memilih diantara salah satu cara tersebut.

Cara Penanganan Pertama Ketika Anak Sedang Demam

Cara pertama yang sudah disampaikan pada awal artikel ini (dengan mengkompresnya) dan cara yang kedua bisa dengan membalurkan bawang merah ke badan anak. Caranya dengan menghaluskan 3 butir bawang merah setelah itu balurkan ke bagian atas kepala, bagian dada, punggung, telapak kaki, dan bagian-bagian selangkang tubuh.

Jika dengan cara di atas suhu badannya tetap naik sampai dengan 39,5 derajat. Silakan moms bawa ke dokter anak atau ke bidan desa agar masalah tersebut dapat teratasi.

Nah, demikianlah artikel bagaimana cara mengatasi anak yang mengalami demam tinggi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung di blog mom and baby. Jika ada yang ingin ditanyakan silakan tinggalkan pesan melalui Contact yang sudah disediakan di menu navigasi. Terima kasih

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar