10 Contoh Kegiatan Bermain Anak Usia Dini yang Mengasah Kreativitas

Anak sedang belajar

Mom & Baby - Kegiatan bermain anak usia dini tidak hanya dapat dilakukan di sekolah saja, tapi Anda bisa melakukannya di rumah untuk mengasah kretivitas anak sehingga anak kelak menjadi sukses dan dapat menjadi seorang ilmuwan yang pintar disegala bidang.

Sebagai orang tua tentunya mengetahui bahwa dunianya anak adalah bermain, maka jangan paksakan anak untuk belajar dan mencari pengetahuan belum pada masanya. Oleh karena itu, berikan kesempatan pada anak untuk bermain dan menikmati hari-harinya.

Albert Einstein, seorang fisikawan mengatakan bahwa imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan. Sebab ilmu pengetahuan terbatas sedangkan imajinasi tidak ada batasannya, jadi sangat penting sekali mengajak anak untuk bermain dalam mengasah kreativitasnya.

Lalu kegiatan apa saja yang bisa orang tua lakukan untuk mengasah kreativitas anak sehingga kelak menjadi orang yang jenius? Dalam artikel ini kami sampaikan beberapa contoh kegiatan bermain anak usia dini yang mengasah kreativitas anak.

Berikut 10 Contoh Kegiatan Bermain Anak Usia Dini yang Kreatif

1. Bermain peran

Bermain peran merupakan kegiatan bermain untuk mengasah kreativitas seorang anak, bukan hanya itu faktanya mereka akan dibawa pada situasi sesungguhnya dan bisa berimajinasi seperti layaknya seseorang yang sedang berperan menjadi ilmuwan astronot, team pemadam kebakaran, atau bahkan berperan sebagai dokter yang sedang mengobati pasiennya.

Selain itu, kelebihan bermain peran dapat meningkatkan daya imajinasi anak. Anak akan berkhayal menjadi seorang yang disukainya atau digemarinya, sebab umumnya anak memiliki sosok pahlawan yang disukainya.

Misalkan menjadi tentara atau polisi yang berperan menangkap dengan melakukan adegan kejar-kejaran. Tentu dengan ini, anak tidak mengasah imajinasinya saja melainkan mengolah jasmaninya dengan melakukan banyak gerak membuat anak tambah sehat.

2. Bermain puzzle

Anak menyusun kubus

Bermain fuzzle adalah salah satu contoh kegiatan yang dapat mengasah kreativitas anak. Sebab faktanya, permainan ini dapat mengasah kemampuan dalam berpikir anak.

Tentu perkembangan otak anak akan semakin maju pesat dengan permainan yang satu ini, jadi Moms jangan ragu untuk bermain dengan anak dalam menyusun fuzzle karena dibalik permainan ini banyak manfaat untuk anak dalam mengasah keterampilan kreativitasnya.

Untuk mencari fuzzle ini banyak Moms jumpai di toko-toko online atau tempat mainan anak-anak. Baik di pasar besar maupun pasar kecil, serta untuk harga tentu sangat terjangkau sekali dan tidak melihat murahnya namun manfaatnya buat perkembangan anak.

3. Bermain tebak-tebakan

Bermain tebak-tebakan juga termasuk kegiatan yang patut dicoba oleh orang tua bersama anaknya. Ya, bagaimana tidak permainan yang satu ini kalau sudah nyaman dan betah maunya lagi dan terus bahkan sampai lupa waktu.

bermain tebak angka misalnya, dimana anak diminta memilih angka apa saja yang termasuk bilangan genap dan bilangan apa saja yang ganjil seperti itu. Dengan kegiatan yang satu ini, secara tidak sadar anak akan dibawa pada berpikir dalam mengkategorikan bilangan-bilangan yang diinginkannya.

Pengawasan orangtua juga sangat diperlukan sebab jika terjadi kesalahan dalam memilih angka, kita tidak langsung memarahi si anak melainkan kita harus dapat memposisikan diri dalam memperbaiki kesalahan anak bukan fokus pada kesalahan yang dilakukan anak ya Moms.

4. Bermain suit

Permainan suit juga sangat menarik untuk dicoba bersama anak, terlebih lagi jika ada hadiah yang memotovasi anak untuk tetap bermain.

Dalam kegiatan permaianan ini ada kalanya anak menang dan kalah, maka anak akan belajar bahwa kalah menang merupakan konsekuensi yang harus diterimanya. Artinya ada waktunya kalah dan ia harus menerimanya dengan penuh lapang dada.

Ada juga waktunya menang, yang bisa kita arahkan sikapnya agar tidak sombong. Permainan in, bermain suit harus didampingi oleh orangtua karena jika tidak sikap anak tidak mau terima jika dirinya mengalami kekalahan.

5. Menggambar

Melukis atau menggambar merupakan kekiatan yang menunjang perkembangan otak anak yang harus dikembangkan sejak usia dini. Dengan menggambar, anak bisa mengeluarkan inspirasi yang dituangkan melalui tulisannya berupa gambar.

Entah menggambar mobil, pemandangan, sungai, pantai, dan lain sebagainya yang jelas anak bisa mengekspresikan dirinya bahwa mereka bisa bermain sekaligus membuat sebuah karya.

Sebagai orang tua, sebisa mungkin untuk selalu memberikan sanjungan dengan kata-kata bijak. Misalnya, Waahh adek gambarnya bagus sekali dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan agar anak mau mengeluarkan ekspresinya dalam menggambar sehingga mereka termotivasi untuk berimajinasi.

6. Mewarnai

Hal ini tidak jauh berbeda dengan poin sebelumnya hanya saja anak tidak diminta untuk menggambar atau melukis sebuah pemandangan. Disini anak hanya diajak mewarnai gambar yang sudah ada, nah walaupun demikian tetap saja perlu bimbingan dari orang tua.

Perhatikan dan amati anak anda ketika menggambar, bila perlu berikan contoh oleh anda saat mewarnai jangan sampai keluar garis. Disinilah anak diajarkan dalam kedisiplinan, sehingga anak kelak menjadi anak yang mandiri dengan memiliki motivasi hidup yang tinggi.

Untuk mewarnai ini, anda bisa membuatkan atau menyiapkan gambar baik melalui komputer anda maupun membeli buku gambar yang bisa anak anda warnai dengan menggunakan pinsil warna maupun cat air dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan moms.

7. Bermain layang-layang

Bermain layang-layang memang sangat mengasyikan, terlebih lagi jika bermain bersama teman sebaya lainnya. Walaupun anak bunda masih kecil, tidak ada salahnya untuk mencoba bermain layang bersama anak-anak moms.

Dengan bermain layang ini tentu membutuhkan usaha dalam menerbangkannya, usaha inilah yang akan membuat anak tambah mengerti bahwa segala sesuatu itu tidak bisa instan atau praktis melainkan membutuhkan usaha keras sehingga menghasilkan sesuatu yang diharapkan.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil oleh seorang anak di salah satunya adalah anak bisa mengatur diri agar tetap menjadi sosok yang berusaha keras tanpa melihat hasil.

8. Kejar-kejaran

Anak sedang kejar-kejaran

Contoh kegiatan bermain anak usia dini lainnya adalah main kejar-kejaran, memang permainan yang satu ini memerlukan lahan yang luas. Namun tidak masalah jika memang anda kekurangan lahan yang sempit.

Kegiatan bermain ini bisa kamu coba bersama anak pada agenda-agenda lain, misalnya pada hari minggu yang diisi dengan lari pagi di suatu tempat.

Hal ini akan membuat jasmani anak akan tetap terjaga seperti anak tidak mudah sakit, pencernaan lancar, dan lahap makan. Kegiatan ini akan menguras dan melatih ketangkasan seorang anak, maka tidak apa-apa jika anak mengalami kecapean asalkan jangan sampai berlebihan ya moms.

Karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak bagus juga untuk kesehatan. Artinya moms harus dapat membimbing anak dalam melakukan kegiatan yang satu ini.

9. Balap lari kecil

Selain kejar-kejaran, Balap lari kecil juga masuk kedalam kegiatan bermain anak di usia dini lho Moms. Karena kegiatan bermain ini dapat memicu anak untuk selalu bergerak, kegiatan ini bisa dilakukan di dalam rumah tanpa harus memerlukan tempat yang luas.

Jadi, bagi orang tua yang memiliki tempat terbatas tidak ada salahnya untuk mengjak anak dalam berlomba lari kecil di dalam rumah. Berikan sanjungan, misalnya anak supaya tidak pipis di celana pada saat bangun tidur.

Kita langsung memintanya untuk berlomba lari menuju kamar kecil/ mandi. Dengan kata-kata yang dapat memotivasi anak seperti "Ayoo nak kita balapan siapa yang menang dan siapa yang duluan ke tempat kamar mandi", dengan kalimat ini tentu anak akan termotivasi untuk berlomba lari kecil bersama orang tuanya.

10. Bernyanyi

Bernyanyi juga merupakan salah satu kegiatan yang mesti moms coba pada anak, anak di usia dini biasanya menyukai hal-hal baru seperti bernyanyi dan teriak-teriak dengan nada intonasi tak karuhan. Namun tidak apa-apa moms, karena anak-anak ini masanya bermain.

Terkait apa itu nanyian yang akan diajarkan pada anak, kembali lagi sesuai dengan kemampuannya dan yang jelas jangan terlalu memaksakan anak. Biarkan anak yang berekspresi sendiri tanpa harus kita yang memintanya.

Semakin bayak ekspresi yang dicerminkan anak, maka sudah jelas perkembangan motorik dan perkembangan jasmaninya tentu terjaga dengan baik dan biasanya anak yang banyak mengeluarkan ekspresinya kelak ia akan menjadi anak yang memiliki sikap percaya diri dan tidak malu berbicara di tempat umum.

Baca juga: Wisata Bermain Pasir di Cimekar Bandung

Nah, itulah sepuluh contoh kegiatan bermain bersama anak yang dapat membuatnya merasa bahagia. Ingat Moms, yang paling penting adalah selalu berikan perhatian penuh pada anak walaupun kondisi kita sedang sibuk dan jangan sekali-kali membentaknya atau berkata kasar padanya.