Cara Terbaik Perawatan Bayi Kuning

Cara Terbaik Perawatan Bayi Kuning - Bayi saya memiliki sedikit kekuningan, namun dokter berpendapat bahwa itu tidak perlu dikhawatirkan. Beliau menyarankan agar bayi banyak berjemur di bawah sinar matahari. Apakah benar bahwa keadaan bayi saya tidak perlu dikhawatirkan?

Nah Moms, ternyata pada hari ketiga setelah kelahiran, warna kuning pada bayi itu muncul sebagai bagian dari peristiwa alami. Ini terjadi karena sel darah merah pecah segera setelah kelahiran, meningkatkan kandungan bilirubin dalam darah. Bilirubin, senyawa kimia yang terbentuk saat sel darah merah pecah, menyebabkan kondisi yang disebut kuning fisiologis.

Meskipun setiap orang memiliki sedikit bilirubin dalam darah, bayi baru lahir memiliki peningkatan karena memiliki lebih banyak sel darah merah dan hati yang belum sepenuhnya matang untuk memprosesnya. Akibatnya, bayi dapat menunjukkan warna kuning pada wajah, dada, perut, dan kaki. Biasanya, tanpa perlu pengobatan, warna kuning ini akan menghilang dalam beberapa hari, sekitar 7-10 hari setelah kelahiran.

Jenis-jenis Kuning pada Bayi

Temukan cara terbaik untuk merawat bayi kuning dengan panduan lengkap yang menawarkan solusi praktis dan informasi mendalam. Artikel ini akan membimbing Anda melalui strategi perawatan yang efektif, termasuk metode phototherapy, kebutuhan ASI khusus, dan langkah-langkah pencegahan. Jelajahi tips dan trik dari ahli kesehatan anak untuk memastikan kesejahteraan bayi Anda dan mengatasi masalah kuning dengan percaya diri.

Ada berbagai jenis kondisi kuning pada bayi. Kondisi kuning abnormal terjadi ketika bayi mengalami perubahan warna kulit lebih cepat, kurang dari 24 jam setelah kelahiran. Ini dapat disebabkan oleh pecahnya terlalu banyak sel darah merah, yang dipicu oleh tidak cocoknya golongan darah antara ibu dan bayi, kelahiran dengan bantuan alat vakum, atau bahkan infeksi.

Jika bayi memiliki golongan darah yang berbeda dengan ibunya, terutama jika ibunya memiliki golongan darah O dan bayi memiliki golongan darah lain atau jika golongan Rhesus mereka berbeda, "perlawanan" antara sel darah merah bayi dan antibodi asing dari ibu bisa terjadi. Akibatnya, banyak sel darah rusak, bilirubin dilepaskan, dan bayi dengan cepat menjadi kuning.

Terdapat juga kondisi kuning yang dapat dipicu oleh menyusui. Meskipun kasus ini, dikenal sebagai "breast milk jaundice," jarang terjadi, namun tidak perlu dikhawatirkan selama bayi tetap sehat dan menunjukkan peningkatan berat badan yang baik (sekitar 20g/hari).

Dalam beberapa kasus khusus, jika kadar bilirubin tinggi (lebih dari 16-17mg/dl) dan dokter perlu memastikan diagnosis breast milk jaundice, ibu dapat diminta untuk berhenti menyusui selama 12 sampai 24 jam. Selama periode ini, ibu memberikan formula sementara tetapi tetap memompa ASI.

Jika diagnosis benar, biasanya bilirubin akan turun dengan cepat dalam 10 hingga 12 hari setelah penghentian ASI. Setelah itu, ibu disarankan untuk melanjutkan pemberian ASI kepada bayinya.

Perawatan Bayi Kuning

Perawatan di Rumah dengan memberi ASI:

Jika kadar bilirubin bayi tidak terlalu tinggi (kurang dari 10-12mg/dl pada hari ke-3 hingga ke-5 untuk bayi cukup bulan), umumnya bayi diperbolehkan pulang. Namun, setelah 3 hari, disarankan agar bayi kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memantau kadar bilirubin.

Penting untuk memberikan ASI sebanyak mungkin. Konsumsi ASI yang cukup dapat membantu menurunkan kadar bilirubin, karena zat tersebut dapat dikeluarkan melalui urin dan kotoran bayi. ASI juga mengandung zat "pencahar" yang mendorong bayi untuk mengeluarkan kotoran yang membawa bilirubin.

Selain itu, menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi juga dianjurkan. Proses ini dapat dilakukan dengan meletakkan bayi di bawah sinar matahari pagi selama 15-20 menit, menggunakan pakaian tipis atau tanpa pakaian, asalkan dihalangi kaca yang dapat tembus matahari atau korden tipis.

Matahari pagi mengandung vitamin D yang baik untuk mendukung fungsi hati dalam memproses bilirubin, membantu mengurangi kadar bilirubin di kulit bayi. Pastikan untuk melindungi mata bayi dari langsungnya sorot matahari.

Perawatan di Rumah Sakit dengan Phototherapy:

Dokter akan menerapkan phototherapy, yaitu meletakkan bayi di bawah lampu fluorescent atau ultraviolet untuk periode tertentu, mungkin satu atau dua hari, hingga hati bayi cukup matang untuk mengatasi kelebihan bilirubin. Selama proses ini, perawat akan melindungi mata dan alat kelamin bayi dari dampak sinar ultraviolet.

Kadar bilirubin dalam darah bayi akan terus dimonitor selama perawatan. Jika Anda menyusui, mintalah agar Anda dapat dirawat bersama bayi dalam satu kamar, memungkinkan Anda untuk terus memberikan ASI tanpa gangguan.

Sudah Paham Cara Terbaik Perawayan Bayi Kuning?

Moms, perlu diperhatikan tanda-tanda yang muncul pada bayi Anda. Jika bayi terlihat lesu, seperti tidur terus dan enggan menyusu, segera konsultasikan dengan dokter Anda. Gejala ini bisa menjadi indikasi peningkatan kadar bilirubin yang berisiko menyebabkan kejang pada bayi.

Perhatikan juga bola mata dan kulit bayi; jika terlihat menguning, itu mungkin merupakan tanda peningkatan bilirubin. Batas aman kadar bilirubin bagi bayi adalah 12 mg/dl pada bayi aterm (cukup bulan) pada hari ke 3-5.

Untuk kadar bilirubin antara 12-15 mg/dl pada bayi cukup bulan dengan berat lahir di atas 2500g, umumnya dianggap aman jika bayi tetap mendapatkan cukup ASI dan tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, tetap penting untuk mengawasi kondisi bayi dengan mengevaluasi kadar bilirubin setiap 1-2 hari bersama dokter anak.

Demikianlah postingan singkat mengenai cara perawatan bayi kuning yang bisa kami bagikan disini, terima kasih dan semoga artikel ini memberikan informasi bermanfaat. Baca juga artikel menarik lainnya di blogmomandbaby.com