Berjimak pada Masa Idah

Kajian Munakahat

Masalah munakahat No.5 persoalan ummat menurut pandangan para ulama. Postingan singkat ini memberikan penjelasan singkat yang diambil dari sumber kajian kitab referensi Aswaja.

Kalau bekas suami istri itu berjimak atau serumah dalam masa iddah, terganggu atau tidakkah iddahnya?

Berikut Penjelasan Berjimak pada Masa Idah

Bila berjimak, iddahnya diperbaharui dari jimaknya itu. Demikian pula kalau serumah, misalnya tidak berpisah tempat tidur dan sebagainya, maka hukumnya sama saja.

Diterangkan dalam kitab Qalyubi wa 'Umairah, Juz IV, hlm. 6, yaitu sebagai berikut:

ولو وطئ الزوج رجعيته واستأنفت الأقراء من وقت الوطء راجع فيما كان بقي من أقراء الطلاق ، ويحرم الاستمتاع بها أي بالرجعية بوطء وغيره
Bila bekas suami menjimak bekas istrinya yang dalam idah raj'i, maka iddah sucian (atau bulannya) diperbaharui lagi sejak jimaknya. (Meskipun demikian), bila ia akan merujuk, diperbolehkan dalam masa sucian dari idah talaknya (idah yang sebenarnya). Dan hukumnya haram bersenang-senang dengan bekas istri yang masih dalam idah raj'i dengan jimak dan lain-lainnya.

Dalam kitab Nihayatuz-Zain, hlm. 331, diterangkan sebagai berikut:

Dan terhenti idah, baik idah sucian atau bulanan disebabkan bercampurnya dengan bekas istri dalam masa idah raj'i dan tidak boleh merujuk sesudah habis idah aslinya... Yang dimaksud dengan bercampur di sini adalah bercampur seperti keadaan sebelum terjadinya talak, seperti tidur bersama siang dan malam, sekamar, dan lain sebagainya. Apabila telah tidak bercampur, dengan niat tidak akan mengulanginya lagi seperti semula, maka si bekas istri itu melanjutkan idahnya dari idah yang sebelum bercampur itu. (Misalnya sebelum bercampur sudah satu sucian, sesudah selesai bercampur harus menambah dua sucian lagi meskipun bercampurnya itu dalam tempo setahun)... Bila bercampurnya sejak jatuhnya talak, maka idahnya dimulai sejak tidak bercampur lagi.... Adapun idah dengan melahirkan tidak terpengaruh dengan bercampur itu walaupun pernah berjimak (di kala hamil), maka habislah idah dengan melahirkan.

Semoga dapat memberikan manfaat buat saya dan umumnya buat para pembaca.

Posting Komentar untuk "Berjimak pada Masa Idah"