Skip to main content
Blog Mom and Baby

follow us

Kenali Makanan Anak Usia 6 Bulan – 2 Tahun

Setelah bayi sudah mencapai usia 6 bulan, ASI tetap diberikan kepada bayi sampai waktu yang sudah ditentukan/ disapih (selama 2 tahun).

Akan tetapi seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi yang semaki bertambah, ASI saja tentu tidak cukup untuk memenuhi gizi bayi/ anak.

Oleh karena itu perlunya makanan pendamping ASI yang disebut dengan MPASI. Apakah ada tahapan-tahapan tertentu? Pastinya ada, agar semua bunda tidak salah dalam memberikan MPASI pada bayi/ anak.

Makanan anak usia 6 bulan-2 tahun mulai sejak dini

Makanan Anak Usia 6 Bulan–2 Tahun

Penjelasan singkat MPASI

Apa itu MPASI? Secara umum MPASI adalah makanan dan minuman yang diberikan kepada bayi selain ASI.

Perlu kita ketahui bahwa MPASI itu terdapat dua jenis, yaitu MPASI Keluarga (olahan bahan dari keluarga) dan MPASI siap saji (kemasan dari pabrik/ produksi MPASI). Tergantung kita mau memilih yang mana, sesuai dengan selera. Saya pribadi sampai sekarang suka memadukan diantara keduanya.

Ada beberapa tahapan untuk memberikan MPASI kepada anak, yaitu sebagaimana yang akan dijelaskan sebagai berikut,

Tahap Pemberian MPASI

Pemberian MPASI pada bayi/ anak, tentu tidak boleh asal atau sembarangan tapi perlu dilakukan dengan cara bertahap dimulai dari makanan yang memiliki struktur lunak, lembek, dan bahkan sampai makanan yang berstruktur padat, yang mana pemberiannya berdasarkan dengan tingkat usia bayi/ anak.

Bayi Usia 6 – 7 Bulan

Pada usia ini dapat diberikan buah-buahan seperti pisang raja dan pisang ambon, jeruk, labu, dan pepaya.

Disamping buah-buahan juga dapat diberikan bubur dan biskuit bayi yang telah dicampur dengan air dan agar memperoleh hasil yang maksimal, maka air diganti dengan ASI. Jadi, biskuit bayi tersebut dicampur dengan ASI.

Untuk labu, dapat dimasak dengan cara dikukus dipanci sampai dengan lembut teksturnya. Kemudian silakan campur dengan ASI juga, hanya saja tidak terlalu banyak sehingga menjadi encer.

Bayi Usia 8 – 9 Bulan

Pada usia ini rata-rata bayi sudah mulai bisa duduk dan makanan MPASI yang dapat diberikan berupa bubur biasa dengan jumlah 8 sendok makan untuk sekali makan.

Selanjutnya variasikan juga rasa makanan seperti rasa manis, asin, dan gurih, serta sedikit asam sehingga bayi terlatih mengecap berbagai macam rasa. Tujuannya pada suatu saat nanti anak dapat terhindar dari kesulitan makan, seperti pilih-pilih makanan atau hanya mau makan dengan menu favoritnya saja.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa tidak banyak anak-anak yang menyukai makanan yang kaya akan protein seperti telur, daging sapi, kacang-kacangan, bahkan sampai buah-buahan yang kaya akan vitamin seperti pisang, melon, jeruk, dan lain sebagainya.

Bayi Usia 10 – 12 Bulan

Di usia ini, bayi mulai diperkenalkan pada makanan keluarga, sehingga pada saat usia satu tahun sudah dapat makan bersama dengan keluarga. Namun kita harus memperhatikan makanan apa saja yang boleh dimakan dan makanan yang tidak boleh dimakan. Tentu itu semua perlu dalam pengawasan dan bimbingan kita.

Kemudian makanan selingan yang bergizi lainnya juga dapat diberikan kepada bayi/ anak seperti bubur kacang hijau, biskuit, jeruk, pepaya, dan pisang.

Anak Usia 1 – 2 Tahun

Pada saat anak mencapai usia 1 – 2 Tahun, anak sudah mulai makan bersama dengan keluarga, namun porsinya setengah dari orang dewasa. Pada usia ini biasanya anak sudah bisa memegang makanannya sendiri, seperti biskuit. Namun kembali lagi harus berada dalam pengawasan dan bimbingan dari orangtua.

Bunda juga dapat menerapkan pola makan pada anak, seperti sarapan, makan siang, dan makan malam, yang tentunya makanan yang mengandung banyak gizi. Pastikan pada saat makan malam, biasakan setelahnya ajak main terlebih dahulu sehingga makanan yang sudah masuk ke anak dicerna dengan maksimal dan terhindar dari penumpukan karbohidrat sehingga akan mempengaruhi berat badan anak.

Selain dari ketiga waktu pola makan tersebut tentunya dapat diselingi dengan makanan cemilan yang ber-gizi, misalnya bisa diambil dari buah-buahan yang kaya akan vitamin.

Dampak Terlambat Pemberian MPASI pada Anak

Apa dampak yang terjadi jika pemberian MPASI terlambat? Yang semestinya diberikan mulai dari usia 6 bulan.

Pemberian MPASI yang terlambat akan menyebabkan kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi/ anak tidak tercukupi. Disisi lain rahang bayi juga tidak begitu terlatih dalam mengunyah makanan yang memiliki tekstur padat.

Kemudian masalah yang akan terjadi, banyi akan mengalami beberapa masalah, seperti muntah-muntah pada saat disuapi makanan padat, diare, atau bahkan sampai sembelit. Karena usus tidak terlatih dalam mencerna makanan yang memiliki tekstur padat.

Tips Pemberian MPASI (baik MPASI Keluarga maupun siap saji)

  • Perhatikan kebersihan dalam mengolah dan menyajikan makanan.
  • Agar tidak terjadi kekurangan gizi dan kegemukan pada anak, maka harus disesuaikan dengan takaran/ kebutuhan yang ada, sesuai dengan jumlah energi yang dibutuhkan.
  • Jika anak bunda mengalami alergi terhadap makanan, maka bunda harus menandai makanan tersebut kedalam golongan makanan yang membuat anak alergi. Kemudian konsultasi segera dengan dokter maupun bidan desa.
  • Jika pada saat pemberian makanan MPASI kepada anak tidak habis pada saat itu juga, maka jangan sekali-kali menyimpan makanan sisa makan dan bermaksud akan diberikan kembali kepada anak saat lapar kembali.
  • Jangan memberikan makanan yang berbantuk butiran keras, karena bisa membuat bayi/ anak tersedak, misalnya kacang-kacangan, secenis buah berbiji seperti anggur.

Tips Ibu yang sedang Menyusui

  • Bunda harus menyusui bayi/ anak sejak dari dini.
  • Bunda harus menyusui bayi/ anak sesuai dengan kemauannya, tanpa dijadwal.
  • Berikan ASI eksklusif pada bayi sampai dengan usia 6 bulan sebelum diberikan MPASI.
  • Bunda harus minum air sebelum dan sesudah menyusui agar cairan yang keluar melalui ASI dapat tergantikan dan pastikan meminum air sebanyak 3 liter per hari.
  • Makan makanan yang ber-gizi dan membiasakan untuk memakan sayur dan buah-buahan setiap hari.
  • Makan yang cukup tanpa dijadwalkan, ketika bunda lapar segeralah untuk makan karena jangan sampai kekurangan energi. Ingat makan makanan yang cukup bukan atas dorongan nafsu yang berlebihan dan pada akhirnya tidak baik juga untuk kesehatan tubuh. Yang dimaksud disini adalah makan yang teratur.
Baca Juga : Bahan Makanan Yang Dapat Meningkatkan Produksi ASI

Mitos Seputar Makanan yang Kerap Melekat pada Masyarakat

  • Pada saat bayi dilahirkan dari kandungan, maka ASI yang pertama dari bunda harus dibuang dulu. Itu TIDAK BENAR, justru ASI yang pertama kali keluar itu (kolostrum), ASI yang mengandung banyak protein dan zat anti body yang sangat penting untuk kekebalan tubuh bayi/ anak.
  • Tidak benar juga dikatakan ASI yang berwarna kekuningan, ASI yang sudah basi.
  • Ibu yang sedang menyusui tidak boleh makan ikan. Ini TIDAK BENAR, justru semua ikan memiliki banyak protein.

Demikian akhir artikel ini, semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa untuk share ke teman yang membutuhkan. Semoga berkah dan terima kasih.

You Might Also Like:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tulis komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Untuk komentar out of topics silahkan masuk ke Forum MomBaby
Buka Komentar