Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Cara Orangtua Mendidik Anaknya ketika menjelang Hari Libur Sekolah supaya Anak tetap Semangat untuk Belajar

4 Cara Orangtua Mendidik Anaknya ketika menjelang Hari Libur Sekolah supaya Anak tetap Semangat untuk Belajar

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa belajar merupakan salah satu kebutuhan setiap manusia yang sifatnya wajib dan tidak ada kata berhenti untuk mencari pengetahuan sampai akhir hayat.

Ibarat pisau lama tidak diasah, maka akan menjadi tumpul. Begitu pula anak dalam belajar semakin lama tidak belajar, maka pengetahuan pun akan berkurang, malas atau anak tidak mau belajar karena asyik bermain sehingga pengetahuan yang sudah diperolehnya pun hilang/ lupa begitu saja.

Tentu kita sebagai orangtua tidak menginginkan anaknya hanya menghabiskan waktu untuk bermain seharian selama libur sekolah.

Apalagi di masa pandemik seperti sekarang ini, belum dapat dipastikan kapan anak-anak dapat kembali masuk sekolah.

Namun moms, yang perlu ditekankan yaitu, anak bukan berarti tidak boleh bermain. Semua ada waktunya, karena bermainpun merupakan aktivitas yang dibutuhkan oleh anak.

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa bermain ada waktunya begitu pula belajar ada waktunya dan tidak ada kata berhenti untuk belajar, tidak ada kata libur untuk belajar, juga tidak ada kata bosan untuk belajar.

Kadang kita merasa kasihan kalau anak terus-menerus belajar. Bahkan kita sering berpikir, nanti yang ada kepalanya panas, rambutnya rontok atau keluar asap seperti benda terbakar.

Ingat bunda, kita dan anak kita itu bukan mesin. Kalau mesin dinyalakan 24 jam nonstop atau tidak ada kata berhenti, kemungkinan akan kepanasan dan pasti akan rusak dan terbakar

Jadi, jangan samakan anak dengan membuat perumpamaan seperti itu. Pemikiran tersebut sama percis dengan orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan yang memang tidak pernah belajar.

Lalu caranya bagaimana untuk mendidik anak supaya tetap mau belajar atau tetap semangat dalam menuntut ilmu? Pada artikel ini sebentar lagi akan dibahas mengenai hal tersebut. Oleh karena itu silakan bunda simak artikelnya baik-baik.

Nah, sebelum pada pokok pembahasan perlu kita kenali dulu dampak yang akan terjadi jika anak kita tidak dibiasakan untuk tetap belajar.

Dampak Tidak Belajar Berkepanjangan

Dampak dari tidak belajar yang berkepanjangan salah satunya dapat mengakibatkan menurunnya prestasi anak dalam memahami suatu materi pelajaran bahkan sampai lupa terhadap apa yang pernah dipelajarinya.

Tentu kita tidak ingin anak kita menurun prestasinya bukan? Maka dari itu, mulai sekarang kita harus dapat membimbing anak kita dalam mengondisikan anak agar tetap belajar walaupun tidak mesti datang ke sekolah.

Lembaga Sekolah

Moms, jangan pernah berpikir kalau guru itu hanya ada di sekolah saja. Kita sebagai orangtua juga dapat menjadi guru yang terbaik untuk anak kita.

Ya sudah kalau begitu anak kita tidak perlu disekolahkan. Itu TIDAK BENAR. Karena sekolah dapat berperan sebagai lembaga formal dan kenapa anak mesti kita sekolahkan ke lembaga pendidikan formal?

Ya betul, supaya anak kita memperoleh ijazah sehingga dapat menempuh ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan disisi lain anak kita juga dapat bekerja sesuai yang diharapkan keluarga atau anak kita.

Saya melihat bahwa pola pikir orangtua zaman sekarang itu berbeda dengan zaman dahulu, zaman sekarang itu banyak orangtua yang mengatakan bahwa pendidikan itu haya ada di sekolahan saja. Artinya anak tidak sekolah tidak belajar seperti hari minggu terus waktunya digunakan untuk bermain, liburan, main game di handphone orangtua.

Bagaimana kalau liburnya satu bulan? Kira-kira orangtua berperan untuk menjadi guru atau tidak? Sepertinya biasa-biasa saja ya bun. Padahal itu dampaknya sangan tidak baik dan juga berpengaruh besar buat anak kita.

Jujur, kita mungkin lebih suka kalau anak bermain sendiri sambil memegang gadget yang ada permainannya. Dan kita malah asyik dan sibuk mengurusi urusan di luar, apalagi urusan tersebut serba mendadak, sudah lah bawaannya repot saja dan tidak ingin diganggu. Coba kira-kira adakah waktu untuk mendidik anak kita pada saat itu? Jawab dalam hati ya bun.

Oleh karena itu, sebagai orangtua cobalah untuk meluangkan waktu beberapa menit untuk menjadi peran guru di rumah, walaupun pendidikan yang disampaikan kepada anak berupa pendidikan karakter/ pendidikan akhlak. Dan itu bisa disampaikan melalui nasihat-nasihat baik dari kita.

Masa Libur Sekolah dan Pandemik CD-19

Apalagi sekarang kita berada pada masa pandemik virus corona. Dan anak-anak seharian belajar di rumah dengan sistem pembelajaran daring (dalam jaringan), maka jadikanlah sebagai kesempatan buat orangtua untuk mendidik dan membimbing anak di rumah. Manfaatkan teknologi saat ini, yang mana materi sekolah atau materi lain dapat kita akses melalui internet.

Zaman sekarang bukan lagi seperti zaman tahun 90-an yang mana materi pelajaran hanya dapat diperoleh dari buku saja.

Sekarang ini sudah serba cangging, ilmu pengetahuan dapat diperoleh darimana saja dengan memanfaatkan teknologi yang ada seperti smartphone yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran anak.

Supaya bunda tidak kesulitan dalam proses pembelajaran di rumah berikut saya lampirkan cara mendidik anak agar tetap belajar pada saat anak berada pada hari libur dan terutama pada masa pandemik virus corona ini.

Cara agar Anak tetap Semangat Belajar

Membuat Jadwal Harian

Membuat jadwal harian atau aktivitas harian anak di rumah merupakan bentuk usaha orangtua agar anak tetap belajar walaupun tidak harus berangkat ke sekolah.

Membuat jadwal harian contohnya jadwal kapan waktu untuk belajar, bermain, melakukan aktivitas lain di rumah seperti membersihkan taman dan lain sebagainya sesuai yang kita butuhkan.

Semua aktivitas di atas sangat membantu agar anak tetap belajar. Di sini orangtua tugasnya hanya membimbing dan memberikan pengarahan kepada anak.

Teknologi

Memanfaatkan teknologi masa kini (smartphone) dengan cara mencari sumber materi pengetahuan di internet tujuannya supaya anak tetap semangat dalam belajar walaupun sedang ada di rumah.

Saya susah mengatur anak, kalau lubur sekolah waktunya selalu digunakan untuk bermain game. Kenapa bisa begitu? Karena bunda tidak membiasakan anak untuk selalu tetap belajar. Coba pikirkan salah siapa, salah anak yang susah diatur atau memang salah kita?

Malah kita lebih suka anak pegang gadget dengan permainan game yang dimainkannya. Kita sibuk dan asyik dengan pekerjaan, anakpun asyik seharian bermain gsme. Makanya tidak aneh kalau anak disuruh untuk belajar kurang semangat dan susah diatur.

Program Unggulan Belajar di Rumah

Walaupun kita menjadi guru di rumah tentu kita harus menentukan program yang harus diunggulkan.

Menurut saya program yang paling tepat untuk diunggulkan itu adalah program pendidikan karakter dimana kita memberikan materi untuk menunjang tercapainya program tersebut, maka materi yang paling tepat adalah tentang akhlak tujuannya agar anak kita memiliki akhlak yang baik.

Moms, perlu kita ketahui bahwa pemerintah saat ini sudah menerapkan pendidikan karakter. Artinya harus lebih ditonjolkan pada sikap anak pada lingkungan yang ada di masyarakat seperti sopan santun, berbuat baik, menolong, dapat sosialisasi dll.

Kalau kita memberikan materi tentang akhlak, berarti kita sudah berusaha dan membantu program pemerintah tersebut yakni program pendidikan karakter.

Anak tidak bisa menguasai pelajaran apapun yang penting akhlak baik itu saja sudah cukup. Mengerti pelajaran atau menguasai materi itu hanya sebagai bonus atau tambahan buat anak terhadap ilmu pengetahuan.

Bermain

Buatlah jadwal untuk bermain, kalau bisa waktunya jangan melebihi waktu ketika anak belajar.

Kalau kita memberikan waktu bermain melebihi waktu belajar yang ada nanti anak akan terlalu asyik bermain sehingga lupa dengan aktivitas lain (belajar).

Kecuali permaunannya yang berupa edukasi seperti tebak kata bahasa Inggris, menyusun kata, dan lain-lain yang masih berhubungan dengan edukasi.

Aktifitas fisik dan pola makan

Hari libur biasa kita gunakan untuk liburan dengan berkunjung ke tempat wisata. Itu boleh-boleh saja dan semua itu ada waktunya. Kalau bisa tempat wisatanya yang beredukasi ya bun.

Kemudian nafsu makanpun biasanya meningkat secara derastis. Kalau kita tidak bisa mengatur waktu makan atau pola makan dengan baik seperti waktu makan cemilan itu kapan, makan pagi, siang, malam itu kapan mungkin yang akan terjadi berat badan keluarga semua akan mengalami kenaikan.

Maka dari itu, bunda harus memperhatikan pola makan harian baik untuk keluarga maupun anak dengan cara selalu menghidangkan menu makanan sehat. Hal ini bertujuan agar kebutuhan gizi keluarga terpenuhi.9

Terakhir kita juga harus dapat mengimbangi pola makan dengan beberapa aktivitas fisik seperti melakukan olahraga secara rutin. Olahraga bentuknya bermacam-macam seperti main bola kaki, lari pagi, bulu tangkis, tenis meja, dan lain sebagainya.

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Post a Comment for "4 Cara Orangtua Mendidik Anaknya ketika menjelang Hari Libur Sekolah supaya Anak tetap Semangat untuk Belajar"