Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Faktor yang Dapat Mempengaruhi Sikap Hormat Anak Terhadap Orangtua

5 Faktor yang Dapat Mempengaruhi Sikap Hormat Anak Terhadap Orangtua

Hidup kita ini dipenuhi dengan ujian. Orang kaya yang hidupnya selalu mewah dan enak, itu juga merupakan bagian dari ujian. Termasuk anak kita sebagai amanah dari-Nya yang mesti kita jaga baik-baik.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Sikap Hormat Anak

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pola pikir anak adalah sebagai berikut.

1. Salah Asuh

Seorang ahli kejiwaan mengatakan bahwa anak usia 1 - 12 bulan anak harus menerima pola asuh langsung dari kedua orangtuanya.

Terkadang ketika kita sedang sibuk dengan pekerjaan kantor sehingga anak kurang banyak perhatian dari kedua orangtua. Karena super sibuknya bunda mengurus pekerjaan baik kantor maupun rumah, sampai kita nekat menitipkan anak pada tetangga atau orang dekat lainnya dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hati-hati moms, pola asuh yang diterapkan oleh semua orang itu tidak sama. Sekarang kita lihat Negara Jepang, semua kariawan yang bekerja khusus buat wanita diliburkan selama satu tahun hanya untuk mengurus anaknya yang berusia 0-12 bulan. Artinya dari masa tersebut ya memang benar-benar harus bersama dengan orangtua sehingga anak mendapat pendidikan langsung dari orangtua dan bukan sebaliknya kita menitipkan anak ke tetangga atau bahkan kita sampai menyewa baby siter.

2. Anak Berada di Lingkungan Buruk

Lingkungan yang buruk disini adalah lingkungan yang dapat mempengaruhi pola pikir anak. Jika anak bunda suka berbicara kasar, maka itulah salah satu pengaruh dari pergaulan yang ada di lingkungan.

Apalagi pada zaman sekarang ini kita sebagai orangtua diharapkan dapat memilihkan teman untuk anak kita sehingga anak tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang tidak baik.

Selain berperan sebagai orangtua, kita juga harus mengetahui pergaulan anak. Mulai dari dengan siapa anak bergaul?, dimana anak bermain?, kegiatan apa saja yang dilakukan?, dan lain sebagainya.

Istilah orang sekarang adalah kita harus rewel bertanya kepada anak kita, mengenai semua aktivitas yang dilakukannya. Baik atau tidak baik dan disanalah kesempatan kita memberikan pendidikan karakter agar anak tetap pada jalur yang benar.

Kita tidak boleh bersikap tidak peduli kepada anak, seperti anak bermain darimana saja kita tak peduli. Jangankan bertanya memerintahkan perbuatan baikpun tidak pernah. Ini adalah contoh orangtua buruk yang tidak pernah memberikan perhatian kepada anaknya.

Perlu kita ketahui ya moms, anak-anak itu membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya. Jangan sampai mensia-siakan waktu dalam memberikan pendidikan karakter. Jika kita tidak peduli pada anak, sulakan tunggulah buah yang dihasilkan.

3. Orangtua selalu Berkata Tidak Baik kepada Anak

"Dasar anak badung, anak bodoh, anak nakal, anak susah diatur, anak pemalas !". Demikianlah ungkapan kekesalan orangtua terhadap anaknya.

Moms, ingat ya. Jangan sekali-kali kita membentak dan juga memarahi anak dengan kata-kata kasar. Dampaknya anak akan mudah putus asa dan menjadi anak yang selalu berusaha untuk membantah atas semua perintah dari orangtua.

Jangan heran kalau kita punya anak yang susah diatur, pemalas, dan lain sebagainya. Itu semua tidak lain muncul dari kesalahan kita dalam mendidik karakter anak. Kita selalu sibuk dengan pekerjaan lain, kita lebih mementingkan urusan lain daripada urusan anak. Maka dari itu, sempatkanlah waktu untuk anak.

Dan ingat setiap ucapan yang keluar dari orangtua baik positof maupun negatif itu merupakan bagian dari do'a. Oleh karena itu moms, agar selalu berhati-hati dan selalu berusaga untuk berkata baik kepada anak yang pastinya dapat memotivasi anak kita agar selalu berbuat baik.

4. Membiarkan Anak Terus Bermain

Seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat, membuat orangtua banyak tugas dalam mengatur pola hidup seorang anak. Apalagi permainan gadgetnya yang berisi permainan berupa Game online.

Salah satunya upaya adalah tidak membiarkan anak terus bermain. Dan harus dapat menerpakan waktu untuk bermain. Belajar ada waktunya, bermain ada waktunya, dan aktivitas lainpun ada waktunya. Jika kita tidak memperhatikan hal tersebut, maka tunggulah akibat dari semua itu.

5. Orangtua Tidak Pandai dalam Membagi Waktu

Orangtua yang tidak pandai dalam membagi waktunya membuat anak tidak memperoleh perhatian lebih dan anak akan selalu asyik dengan bermain sendiri apalagi dizaman teknologi yang canggi ini. Berbagai cara dilakukan anak untuk memuaskan diri sendiri dengan selalu mencari permainan baru.

Kebiasaan anak tersebut dikemudian hari akan berdampak buruk. Teknologi yang semakin pesat ini swmestinya digunakan untuk banyak mencari pengetahuan bukannya untuk mencari hiburan semata. Dan ingat moms, jangan disia-siakan kesempatan untuk memeberikan ilmu yang bermanfaat untuk anak, sebab tidak ada lagi jalan untuk membawa anak kita ke jalan yang lebih bahagia selain ilmu yang diperolehnya.

Jadi, berikanlah sebuah ilmu yang bermanfaat untuk anak agar kelak menjadi seorang yang sukses dalam meraih cita-citanya. Memang anak tidak akan pernah berpikir panjang mengenai hal tersebut tapi kita sebagai orangtua sangat berperan penting dalam memberikan pengarahan yang bermanfaat untuk anak kita sendiri.

Intinya adalah kita harus dapat mengatur waktu aktivitas anak dalam kehidupan sehari-hari. Sesibuk apapun kita bekerja, maka sempatkanlah untuk memberikan perhatian kepada anak dan selalu memberi motivasi yang baik.

Tips dan Kesimpulan

Kesimpulan dari artikel ini adalah selalu bersabar dalam memberikan pendidikan karakter kepada anak. Kita sangat mengingnkan anak kita baik dipandang masyarakat. Namun kita harus dapat memperhatikan semua sikap yang dilakukan anak. Kita tidak pernah tahu suatu saat anak kita akan menjadi apa.

Tidak ada cara lain untuk memberikan pelajaran kepada anak selain memberikan motivasi hidup kepadanya sehingga anak mengerti apa arti sesungguhnya dari semua kehidupan ini.

Post a Comment for "5 Faktor yang Dapat Mempengaruhi Sikap Hormat Anak Terhadap Orangtua"