Sifat Neraka dan Penghuninya I Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 21

Tanbihul Ghafilin
Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 21 karya ulama besar mazhab Hanafi, Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H)

Berkata Abu al-Laits as-Samarqandi رحمه الله: “Telah menceritakan kepada kami Abu Ja‘far, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Aqil al-Kindi, telah menceritakan kepada kami Al-‘Abbas Ad-Duri, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abi Bakr, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Syarik dari ‘Ashim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah رضي الله عنهم bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Neraka dinyalakan selama seribu tahun hingga memerah, lalu dinyalakan lagi selama seribu tahun hingga memutih, kemudian dinyalakan lagi selama seribu tahun hingga menghitam. Maka neraka itu hitam pekat seperti malam yang gelap.’” Diriwayatkan dari Yazid bin Murid bahwa ia pernah air matanya tidak pernah berhenti mengalir dan ia terus-menerus menangis.” Ketika ditanya tentang sebabnya, ia berkata: “Seandainya Allah تعالى mengancamku bahwa bila aku durhaka maka aku akan dipenjara di kamar mandi dunia selamanya, niscaya sudah sepantasnya air mataku tidak berhenti mengalir. Maka bagaimana lagi sedangkan Dia mengancamku dengan neraka yang dinyalakan selama tiga ribu tahun.” Berkata Abu al-Laits as-Samarqandi رحمه الله تعالى: “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja‘far, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Yusuf, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Abu Mu‘awiyah dari Al-A‘masy dari Mujahid ibn Jabr رضي الله تعالى عنهم, ia berkata: ‘Sesungguhnya Jahannam memiliki gunung-gunung yang dipenuhi ular sebesar leher unta dan kalajengking sebesar bagal hitam. Penghuni neraka lari menuju ular-ular itu, lalu ular-ular tersebut menggigit bibir mereka dan menguliti tubuh mereka dari rambut hingga kuku. Tidak ada yang menyelamatkan mereka darinya selain lari kembali ke dalam api neraka.’” Diriwayatkan dari Abdullah bin Jubair dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda: “Di dalam neraka terdapat ular sebesar leher unta. Sekali ia menggigit seseorang, maka panas sengatannya dirasakan selama empat puluh tahun. Dan di dalam neraka terdapat kalajengking sebesar bagal yang sekali menyengat seseorang, maka rasa sakitnya dirasakan selama empat puluh tahun.” Diriwayatkan pula dari Al-A‘masy dari Yazid bin Wahb dari Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنهم bahwa ia berkata: “Api kalian ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka Jahannam. Seandainya api itu dicelupkan ke laut dua kali, niscaya kalian tidak akan dapat mengambil manfaat sedikit pun darinya.” Dan Mujahid ibn Jabr berkata: “Api dunia kalian ini berlindung kepada Allah dari api Jahannam.” Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan azabnya adalah seorang yang pada kedua kakinya dipakaikan sandal dari api. Karena panas sandal itu, otaknya mendidih seperti bejana mendidih. Lubang telinganya menjadi bara api, giginya menjadi bara api, dan bulu matanya menjadi nyala api neraka. Isi perutnya keluar melalui kedua kakinya. Ia mengira bahwa dialah penghuni neraka yang paling berat azabnya, padahal ia adalah yang paling ringan azabnya.” Berkata lagi: “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Fadhl, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja‘far, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Yusuf, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Abu Hafsh dari Sa‘id dari Qatadah ibn Di'amah dari Abu Ayyub al-Azdi dari Abdullah bin Amr bin al-Ash رضي الله عنهم, ia berkata: ‘Sesungguhnya penghuni neraka memanggil Malik (penjaga neraka), namun ia tidak menjawab mereka selama empat puluh tahun. Kemudian ia menjawab: “Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal di dalamnya.” Maksudnya, mereka kekal selamanya. Lalu mereka memanggil Tuhan mereka: “Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya. Jika kami kembali lagi, maka sungguh kami termasuk orang-orang zalim.” Maka Allah tidak menjawab mereka selama dua kali umur dunia, kemudian Allah menjawab: “Tinggallah kalian hina di dalamnya dan jangan berbicara kepada-Ku.” Demi Allah, setelah itu mereka tidak mampu lagi mengucapkan sepatah kata pun. Yang tersisa hanyalah suara tarikan dan hembusan napas di dalam neraka, seperti suara keledai: awalnya adalah zafir (hembusan) dan akhirnya syahiq (tarikan).’” Berkata Qatadah ibn Di'amah: “Wahai kaumku, adakah jalan selamat dari semua ini? Adakah kesabaran menghadapi ini? Wahai kaumku, taat kepada Allah lebih ringan bagi kalian, maka taatilah Dia.” Dikatakan bahwa penghuni neraka menangis dan mengeluh selama seribu tahun namun tidak bermanfaat bagi mereka. Kemudian mereka berkata: “Dulu di dunia, jika kami bersabar maka akan datang kelapangan.” Maka mereka bersabar selama seribu tahun lagi, namun azab tidak diringankan sedikit pun. Lalu mereka berkata: “Sama saja bagi kami apakah kami mengeluh ataupun bersabar, tidak ada tempat lari bagi kami.” Kemudian mereka meminta hujan kepada Allah تعالى selama seribu tahun karena dahaga dan beratnya azab agar panas dan haus mereka sedikit berkurang. Setelah mereka merendah dan memohon selama seribu tahun, Allah تعالى berfirman kepada Jibril: “Apa yang mereka minta?” Jibril menjawab: “Wahai Tuhanku, Engkau lebih mengetahui keadaan mereka. Mereka meminta hujan.” Maka tampaklah bagi mereka awan merah. Mereka mengira awan itu akan menurunkan hujan, namun ternyata awan itu menurunkan kalajengking sebesar bagal yang menyengat mereka. Sekali sengatan, rasa sakitnya tidak hilang selama seribu tahun. Kemudian mereka kembali meminta hujan kepada Allah تعالى selama seribu tahun. Maka tampaklah bagi mereka awan hitam, lalu mereka berkata: “Inilah awan hujan.” Namun ternyata awan itu menurunkan ular sebesar leher unta. Setiap kali ular itu menggigit, rasa sakitnya tidak hilang selama seribu tahun. Inilah makna firman Allah تعالى: “Kami tambahkan kepada mereka azab di atas azab,” yaitu karena mereka membuat kerusakan, yakni karena mereka kufur dan bermaksiat kepada Allah تعالى. Maka barang siapa ingin selamat dari azab Allah تعالى dan memperoleh pahala-Nya, hendaklah ia bersabar menghadapi kesulitan dunia dalam ketaatan kepada Allah تعالى serta menjauhi maksiat dan syahwat dunia, karena surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat sebagaimana disebutkan dalam hadis.


Pada uban terdapat peringatan bagi orang berakal dari masa muda, #ketika api-api uban telah menyala di sekitar pipinya.

Bagaimana mungkin seseorang masih berharap kenikmatan hidup, #ketika batang tanaman telah menguning setelah sebelumnya menghijau?

Jauhilah teman-teman buruk dan waspadalah terhadap kedekatan dengan mereka, #dan jika engkau tidak mampu memutus hubungan sepenuhnya maka bersikaplah hati-hati terhadap mereka.

Bersahabatlah dengan teman yang jujur dan hindarilah perdebatan dengannya, #niscaya engkau akan memperoleh kemurnian kasih sayangnya selama engkau tidak membantahnya.


Referensi: Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 21 

Posting Komentar untuk "Sifat Neraka dan Penghuninya I Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 21"