Sifat Surga dan Penghuninya I Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 25

Kitab Tanbihul Ghafilin
Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 25 karya ulama besar mazhab Hanafi, Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H)

“Semoga Allah meridhainya, janganlah seseorang merasa iri kepada orang fasik karena kenikmatan yang dimilikinya, sebab di belakangnya ada penuntut yang sangat cepat, yaitu neraka Jahannam. Setiap kali apinya padam, Kami tambahkan lagi nyalanya bagi mereka. Dan Allah Subhanahu wa Ta‘ala Maha Mengetahui.”

Sifat Surga dan Penghuninya

Muhammad bin al-Fadhl berkata kepada kami, Muhammad bin Ja‘far berkata kepada kami, Ibrahim bin Yusuf berkata kepada kami, Muhammad bin Yahya bin al-Fadhl berkata kepada kami dari Hamzah az-Zayyat al-Kufi dari Ziyad ath-Tha’i dari Abu Hurairah radhiyallahu ta‘ala ‘anhu, ia berkata: Kami berkata, “Wahai Rasulullah, dari apakah surga diciptakan?” Beliau menjawab, “Dari air.” Kami berkata, “Kabarkan kepada kami tentang bangunan surga.” Beliau menjawab, “Batanya dari emas dan bata dari perak, perekatnya yaitu tanahnya adalah kasturi yang sangat harum, tanahnya dari za‘faran, dan kerikilnya dari mutiara dan yaqut. Barang siapa memasukinya akan hidup dalam kenikmatan dan tidak akan putus asa, akan kekal dan tidak akan mati, pakaiannya tidak akan usang dan masa mudanya tidak akan lenyap.” Kemudian Nabi ﷺ bersabda: “Ada tiga golongan yang tidak ditolak doanya: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang dizalimi, karena doa itu diangkat di atas awan, lalu Tuhan Yang Maha Mulia melihatnya dan berfirman: Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu walaupun setelah beberapa waktu.” Muhammad bin al-Fadhl berkata kepada kami, Muhammad bin Ja‘far berkata kepada kami, Ibrahim bin Yusuf berkata kepada kami, Isma‘il bin Ja‘far berkata kepada kami dari Muhammad bin ‘Amr dan dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radhiyallahu ta‘ala ‘anhu dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya di surga ada sebuah pohon yang seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun dan tidak dapat memotongnya. Bacalah jika kalian mau: ‘Dan naungan yang terbentang luas.’ Di surga terdapat sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas di hati manusia. Bacalah jika kalian mau: ‘Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka berupa penyejuk mata.’ Dan sungguh tempat cambuk di surga lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. Bacalah jika kalian mau: ‘Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung.’”

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Sesungguhnya di surga ada seorang bidadari yang disebut Lu‘bah, ia diciptakan dari empat perkara: kasturi, ambar, kapur barus, dan za‘faran. Tanah penciptaannya diaduk dengan air kehidupan. Lalu Allah Yang Maha Perkasa berfirman kepadanya: ‘Jadilah,’ maka jadilah ia. Semua bidadari mencintainya. Seandainya ia meludah sekali ke laut, niscaya air laut menjadi tawar. Tertulis di lehernya: ‘Barang siapa ingin memiliki yang sepertiku maka hendaklah ia beramal dengan menaati Tuhanku.’ Mujahid berkata: Tanah surga itu dari perak, debunya kasturi, akar pepohonannya dari perak, ranting-rantingnya dari mutiara dan zamrud, sedangkan daun dan buah berada di bawah semua itu. Barang siapa makan sambil berdiri tidak akan terganggu, barang siapa makan sambil duduk tidak akan terganggu, dan barang siapa makan sambil berbaring juga tidak akan terganggu. Kemudian beliau membaca ayat: ‘Dan dimudahkan buah-buahannya semudah-mudahnya,’ maksudnya buahnya didekatkan hingga dapat diraih oleh orang yang berdiri maupun yang duduk.”

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Demi Zat yang menurunkan kitab kepada Muhammad ﷺ, sesungguhnya penghuni surga benar-benar akan bertambah ketampanan dan kecantikannya sebagaimana manusia di dunia bertambah tua renta.” Ibrahim bin Ahmad berkata kepada kami, al-Hasan bin Nadhr berkata kepada kami, Asad bin Musa berkata kepada kami, Hammad bin Salamah berkata kepada kami dari Tsabit al-Bunani dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Shuhaib bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila penghuni surga telah masuk surga dan penghuni neraka telah masuk neraka, maka ada penyeru yang menyeru: ‘Wahai penghuni surga, sesungguhnya kalian memiliki janji di sisi Allah yang Dia ingin sempurnakan kepada kalian.’ Mereka berkata: ‘Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan amal kami, memutihkan wajah kami, memasukkan kami ke surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?’” Beliau bersabda: “Lalu disingkaplah hijab, maka mereka melihat kepada-Nya. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, Allah tidak memberikan kepada mereka sesuatu yang lebih mereka cintai daripada melihat kepada-Nya.”

“Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ta‘ala ‘anhu, beliau berkata: Jibril datang kepada Nabi ﷺ membawa sebuah cermin putih yang di dalamnya terdapat titik hitam. Nabi ﷺ bertanya: ‘Wahai Jibril, apakah cermin putih ini?’ Jibril menjawab: ‘Ini adalah hari Jumat, dan titik hitam ini adalah hari kiamat yang akan terjadi. Dengan hari itu engkau dan umatmu diberi keutamaan atas umat-umat sebelum kalian. Manusia menjadi pengikut kalian di dalamnya, yaitu kaum Yahudi dan Nasrani. Pada hari itu ada suatu waktu yang tidaklah seorang mukmin memohon kepada Allah suatu kebaikan kecuali Allah mengabulkannya, dan tidaklah ia meminta perlindungan dari suatu keburukan kecuali Allah melindunginya darinya.’” Ia berkata: “Hari itu di sisi kami disebut Yaumul Mazid.” Rasulullah ﷺ bertanya: “Apakah Yaumul Mazid itu?” Jibril menjawab: “Sesungguhnya Tuhanmu menjadikan sebuah lembah di Firdaus yang di dalamnya terdapat bukit dari kasturi. Apabila tiba hari Jumat, dikelilingilah mimbar-mimbar dari cahaya yang diduduki para nabi, dan dikelilingi pula mimbar-mimbar dari emas yang bertatah yaqut dan zamrud yang diduduki para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Penghuni kamar-kamar surga turun lalu duduk di belakang mereka di atas bukit kasturi itu. Mereka berkumpul menghadap Tuhan mereka, lalu memuji dan menyanjung-Nya. Kemudian Allah berfirman kepada mereka: ‘Mintalah kepada-Ku.’ Mereka berkata: ‘Kami memohon keridhaan-Mu.’ Allah berfirman: ‘Aku telah ridha kepada kalian, keridhaan yang membuat kalian menempati rumah-Ku dan memperoleh kemuliaan-Ku.’ Lalu Allah menampakkan diri kepada mereka hingga…”


Referensi: Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 25

Posting Komentar untuk "Sifat Surga dan Penghuninya I Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 25"