Skip to main content
MOM AND BABY

follow us

Perawatan Bayi Baru Lahir | Bayi Kuning yang Banyak Orang Belum Tahu

Perawatan Bayi Baru Lahir - Perawatan bayi baru lahir sangatlah diperlukan oleh setiap orangtua, tapi tidak banyak yang mengetahui mengenai perawatan pada bayinya sehingga menimbulkan kekhawatiran yang besar.

Untuk mengatasi hal seperti ini agar kita tidak khawatir, maka alangkah baiknya kita mencari informasi yang dapat dipercaya melalui sumber berita yang ada. Pada postingan kali ini blog MomBaby akan membahas seputar masalah yang kerap terjadi pada si kecil yaitu kuning dan berikut cara mengatasinya.

Anda mendapatkan berita dari dokter jika bayi anda kuning, kata dokter ini tidak ada apa-apa dan dokter bayi anda merekomendasikan untuk banyak dijemur saja di bawah cahaya matahari. Umumnya sebagai pertanyaan ialah apakah benar bayi saya tidak ada apa-apa?

Berikut Perawatan Bayi Baru Lahir yang Banyak Orang Belum Tahu

A. Warna kuning pada bayi

Warna kuning pada bayi secara umum ada di hari ke-3 sesudah kelahirannya, dan ini ialah kejadian lumrah atau biasa saja yang disebabkan karena pecahnya sel darah merah sesudah janin dilahirkan.

Ini karena kelebihan bilirubin dalam darah sang kecil, perlu kita kenali jika pada darah orang dewasa memiliki kandungan sedikit bilirubin. Namun tidak pada bayi karena pada bayi baru lahir kandungan bilirubin condong bertambah, karena mereka mempunyai extra sel darah merah saat dilahirkan, dan peranan hati mereka yang belum masak mempunyai kesusahan dalam mengolah kelebihan bilirubin itu.

Hingga ada semburat warna kuning di wajah bayi, yang selanjutnya turun ke dada dan perut, lalu ke kaki. Umumnya warna kuning ini akan lenyap dalam sekian hari (7-10 hari) tanpa wajib melakukan penyembuhan khusus apapun. Nach, di sini anda jadi orang tua berharap tidak boleh cemas kembali bila terjadi warna kekuningan pada bayi anda karena ini ialah hal yang wajar-wajar saja.

Untuk menangani bayi anda supaya warna kuning berakhir pasti membutuhkan perawatan pada bayi, nach perawatan ini dipisah jadi dua sisi, yakni perawatan di dalam rumah dan perawata di rumah sakit. Lebih detilnya sebagai berikut.

1. Perawatan secara berdikari:

Bila kandungan bilirubin tidak begitu tinggi (< 10-12mg/dl di hari ke 3-5 pada bayi cukup bulan) biasanya bayi dikenankan pulang ke rumah. Tetapi sesudah tiga hari, bayi disuruh kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol, ini ditujukan untuk mengawasi kandungan bilirubin bayi.

  • Berikan ASI sebanyak-banyaknya

Saat bayi anda ada di dalam rumah, beri ASI sekitar mungkin. Banyak minum ASI bisa menolong turunkan kandungan bilirubin, karena bilirubin bisa dikeluarkan lewat air kotoran bayi dan kencing. ASI memiliki kandungan zat seperti "pencahar" yang membuat bayi kerap keluarkan kotoran yang bawa bilirubin

  • Jemur bayi pada pagi hari

Jemur bayi di bawah matahari pagi. Menjemur bayi dengan baju tipis atau tanpa baju jika dirintangi kaca yang tembus matahari atau tirai tipis di bawah cahaya matahari pagi, di antara jam 07.30 - 09.00 sepanjang 15-20 menit bisa menolong kurangi kandungan bilirubin di kulit.

Geramari yang mengadung vit D baik pada memaksimalkan peranan hati yang berperanan dalam mengolah bilirubin supaya bayi tidak kuning. Jagalah mata bayi dari sorot matahari secara langsung.

2. Perawatan di dalam rumah sakit :

  • Melakukan phototherapy

Dokter akan lakukan phototherapy, atau menempatkan sang kecil di bawah lampu fluorescent atau ultra violet untuk sesaat (satu hari atau dua hari), sampai hati sang kecil cukup masak untuk menangani kelebihan bilirubin yang dialaminya.

Di saat ini perawat akan tutup mata dan alat kelamin bayi supaya tidak terserang imbas cahaya ultra violet itu. Sepanjang perawatan, kandungan bilirubin pada darah bayi terus akan memperoleh pemantauan. Untuk ibu yang menyusui minta kepada pihak Rumah Sakit agar dirawat bersama bayi di dalam 1 kamar, hingga ibu dapat terus menyusui.

B. Ketahui berbagai tipe warna kuning pada bayi

Tipe bayi kuning abnormal ialah kondisi kuning yang berkembang bisa lebih cepat, pada 24 jam sesudah kelahiran. Kondisi ini karena terlampau jumlahnya sel darah merah yang terlampau cepat pecah karenaadanya ketidak cocokan kelompok darah di antara ibu dan bayi, kelahiran dengan alat "vacum" atau bisajuga karena infeksi.

Jika bayi mempunyai kelompok darah berlainan dengan ibu (terlebih jika ibu memiliki Kelompok darah O dan Bayi kelompok darah lain selainnya O atau bayi dan ibu memiliki kelompok Rhesus yang berbeda), karena itu terjadi ‘peperangan' di antara sel darah merah bayi dan anti-bodi asing dari kelompok darah ibu yang berbeda. Hasilnya banyak sel darah hancur, bilirubin dilepaskan dan bayi jadi kuning dengan cepat.

Ada kondisi bayi kuning yang malah disebabkan karena disusui oleh si ibu. Tetapi kasus yang dikenali dengan "breast milk jaundice" ini jarang-jarang sekali terjadi, dan tak perlu khawatir sepanjang bayi kelihat fit dan memperlihatkan peningkatan berat tubuh yang bagus (berat tubuh bayi bertambah sekitaran 20g/hari).

Pada kasus kasus tertentu, jika kandungan bilirubin tinggi (lebih dari 16-17mg/dl) dan dokter membutuhkan keakuratan analisis "breast milk jaundice" , ibu disuruh untuk stop menyusui sepanjang 12 sampai 24 jam. Di saat itu ibu memberikan sementara formulasi, namun tetap memompa ASInya. Umumnya jika analisis itu betul, bilirubin akan turun secara cepat di dalam 102 hari pemberhentian ASI, Kemudian ibu masih tetap dianjurkan memberinya ASI kembali ke sang kecil.

C. Tips dan Saran Perawatan Bayi Kuning yang Baru Lahir

Penting diingat oleh tiap orangtua pada bayinya:

Perhatikan keadaan bayi. Bila bayi terlihat lemas, seperti tidur terus dan malas menyusu, selekasnya bawa menjumpai dokter Anda. Ini menjadi pertanda kenaikan bilirubin yang bisa membuat bayi kejang. Langkah lain ialah memperhatikan bola kulit bayi dan mata. Bila kelihatan menguning itu pertanda terjadi kenaikan bilirubin.

Batasan aman bilirubin untuk bayi ialah 12 mg/dl pada bayi cukup bulan di hari ke 3-5. Bilirubin yang nilainya 12-15mg/dl pada bayi cukup bulan dengan berat terlahir di atas 2500g sebenarnya cukuplah aman jika bayi kerap disusui,dan tidak membutuhkan perawatan, tapi seharusnya masih tetap dipantau oleh dokter anak dengan menilai kandungan bilirubin tiap 1-2 hari.


You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tulis komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Untuk komentar out of topics silahkan masuk ke Forum
Buka Komentar