Sifat Neraka dan Penghuninya I Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 22

Kitab Tanbihul Ghafilin
Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 22 karya ulama besar mazhab Hanafi, Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H)

Bersahabatlah, jika engkau bersahabat, dengan orang merdeka atau seseorang yang mulia, #yang kemuliaannya tampak sebagaimana kemuliaan kulit tampak pada penampilannya.

Barang siapa berbuat baik kepada orang yang bukan ahlinya, #niscaya ia akan menemukan balasannya, entah di balik lautan ataupun di dasarnya.

Dan milik Allah suatu surga seluas langit, #namun surga itu dikelilingi oleh berbagai kesulitan.

Dengan sanadnya disebutkan: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Fadhl, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja‘far, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Yusuf, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Isma‘il bin Ja‘far dari Muhammad bin ‘Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Allah عز وجل memanggil Jibril lalu mengutusnya ke surga seraya berfirman: ‘Lihatlah surga dan apa yang Aku siapkan bagi penghuninya di dalamnya.’ Maka Jibril kembali dan berkata: ‘Demi kemuliaan-Mu, tidak seorang pun mendengarnya melainkan pasti ingin memasukinya.’ Lalu surga dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai. Allah berfirman: ‘Kembalilah dan lihatlah lagi.’ Maka Jibril kembali lalu berkata: ‘Demi kemuliaan-Mu, sungguh aku khawatir tidak ada seorang pun yang akan memasukinya.’ Kemudian Allah mengutusnya ke neraka dan berfirman: ‘Lihatlah neraka dan apa yang Aku siapkan bagi penghuninya di dalamnya.’ Maka Jibril kembali dan berkata: ‘Demi kemuliaan-Mu, tidak seorang pun yang mendengarnya melainkan pasti menjauhinya.’ Lalu neraka dikelilingi dengan syahwat. Maka Allah berfirman: ‘Kembalilah dan lihatlah lagi.’ Maka Jibril kembali dan berkata: ‘Demi kemuliaan dan keagungan-Mu, sungguh aku khawatir tidak akan tersisa seorang pun melainkan pasti memasukinya.’” Dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Apabila kalian menyebut neraka sesuka kalian, maka apa pun yang kalian bayangkan, sesungguhnya neraka lebih dahsyat dari itu.” Telah menceritakan kepada kami ayahku, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Al-‘Abbas bin al-Fadhl al-Marwazi, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Musa bin Nashr dari Muhammad bin Ziyad dari Maimun bin Mihran bahwa ketika turun ayat: “Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar tempat yang dijanjikan bagi mereka semua,” maka Salman al-Farisi meletakkan tangannya di atas kepala lalu keluar berlari ketakutan selama tiga hari hingga orang-orang berhasil membawanya kembali. Diriwayatkan oleh Yazid ar-Raqashi dari Anas bin Malik bahwa ia berkata: “Jibril datang kepada Nabi ﷺ pada waktu yang tidak biasa ia datang, dengan wajah yang berubah pucat.” Maka Nabi ﷺ bertanya: “Mengapa aku melihatmu berubah warna?” Jibril menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang kepadamu pada saat Allah memerintahkan peniup api neraka untuk meniupkannya. Tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa Jahannam itu benar, neraka itu benar, azab kubur itu benar, dan azab Allah lebih besar, untuk merasa tenteram matanya hingga ia merasa aman darinya.” Maka Nabi ﷺ bersabda: “Wahai Jibril, gambarkanlah Jahannam kepadaku.” Jibril berkata: “Ya. Sesungguhnya Allah تعالى ketika menciptakan Jahannam, Dia menyalakannya selama seribu tahun hingga merah, lalu menyalakannya lagi selama seribu tahun hingga putih, lalu menyalakannya lagi selama seribu tahun hingga hitam. Maka ia menjadi hitam pekat dan gelap, tidak pernah padam nyala maupun baranya. Demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran, seandainya lubang sebesar lubang jarum dibuka darinya, niscaya seluruh penduduk dunia akan terbakar karena panasnya. Demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran, seandainya satu pakaian dari pakaian penghuni neraka digantung di antara langit dan bumi, niscaya seluruh penduduk bumi akan mati karena bau busuk dan panasnya. Demi Zat yang mengutusmu sebagai nabi dengan kebenaran, seandainya satu hasta dari rantai yang disebutkan Allah dalam Kitab-Nya diletakkan di atas gunung, niscaya gunung itu akan meleleh hingga mencapai bumi ketujuh. Demi Zat yang mengutusmu sebagai nabi dengan kebenaran, seandainya seseorang disiksa di bagian barat, niscaya orang yang berada di timur akan terbakar karena dahsyatnya panas azabnya. Panasnya sangat hebat, dasarnya sangat dalam, perhiasannya dari besi, minumannya air mendidih dan nanah, pakaiannya dari potongan api. Neraka memiliki tujuh pintu, dan setiap pintu memiliki bagian tertentu dari laki-laki dan perempuan.” Maka Nabi ﷺ bertanya: “Apakah pintu-pintu itu seperti pintu-pintu kami?” Jibril menjawab: “Tidak, tetapi pintu-pintu itu terbuka dan bertingkat-tingkat. Jarak antara satu pintu dengan pintu berikutnya adalah perjalanan tujuh puluh tahun. Setiap pintu lebih panas tujuh puluh kali lipat dari pintu sebelumnya. Musuh-musuh Allah digiring menuju neraka. Ketika mereka sampai di pintunya, para malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan belenggu dan rantai. Rantai itu dimasukkan ke mulut mereka lalu keluar dari dubur mereka. Tangan kiri mereka dibelenggu ke leher mereka, tangan kanan mereka dimasukkan ke dada mereka dan dicabut dari antara pundak mereka, lalu mereka diikat dengan rantai. Setiap manusia dipasangkan dengan setan dalam satu rantai. Mereka diseret di atas wajah mereka dan para malaikat memukul mereka dengan gada besi. Setiap kali mereka hendak keluar darinya karena kesedihan, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya.” Maka Nabi ﷺ bertanya: “Siapakah penghuni pintu-pintu itu?” Jibril menjawab: “Adapun pintu paling bawah, di dalamnya terdapat orang-orang munafik, orang-orang kafir dari pengikut hidangan (kaum Nabi Isa), dan keluarga Fir‘aun. Namanya adalah Al-Hawiyah. Pintu kedua berisi orang-orang musyrik dan namanya Al-Jahim. Pintu ketiga berisi kaum Shabi’in dan namanya Saqar. Pintu keempat berisi Iblis dan para pengikutnya serta kaum Majusi, namanya Lazha. Pintu kelima berisi orang-orang Yahudi dan namanya Al-Huthamah. Pintu keenam berisi orang-orang Nasrani dan namanya As-Sa‘ir.” Kemudian Jibril terdiam karena malu kepada Rasulullah ﷺ. Maka beliau bersabda: “Tidakkah engkau memberitahuku siapa penghuni pintu ketujuh itu?” Maka Jibril berkata: “Di dalamnya…”


Referensi: Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 22

Posting Komentar untuk "Sifat Neraka dan Penghuninya I Kitab Tanbihul Ghafilin, hlm: 22"