Skip to main content
Mom Baby

follow us

Hak-hak Istri yang Wajib Dilakukan oleh Seorang Suami

Hak-hak Istri yang Wajib Dilakukan oleh Seorang Suami - Dalam sebuah rumah tangga sudah pasti didalamnya terdapat hubungan keluarga antara Suami, Istri, dan Anak. Masing-masing memiliki hak, artinya seorang suami atau anggota keluarga lainnya tidak bisa seenaknya dalam melakukan tindakan atau bersikap kepada anggota keluarga lainnya. Akan tetapi semuanya telah diatur oleh Islam, yakni terkait dengan hak-hak yang dimiliki pada setiap anggota keluarga itu sendiri.

Perlu kita ketahui bahwa kelak nanti di akhirat, setiap manusia akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukannya selama hidup di Dunia. Terlebih lagi mengenai urusan dalam rumah tangga. Karena terdapat sebuah keterangan bahwa urusan rumah tangga itu pertanyaan nomor ke dua setelah shalat. Jadi, harap perhatikan dengan amat serius agar tidak salah paham dalam mengurus rumah tangga. Terutama seorang suami sebagai kepala rumah tangga.

Berikut ini adalah beberapa hak istri yang harus dilaksanakan oleh seorang suami dan bersifat wajib dilakukan, yang mana poin-poin di bawah ini dapat dikutip dari sebuah kitab yang berjudul 'Uquudulujain karangan Syaikh Muhammad bin Umar Nawawi orang banten. Mudah-mudahan Allah merahmatinya. Aamiin.

Kewajiban Seorang Suami pada Istrinya

1. Baik dalam Mempergauli Istri

Hak istri yang wajib dilakukan oleh seorang suami adalah baik dalam mempergaulinya. Seperti bertutur kata, bersikap, dan melayaninya. Tidak sedikit seorang suami yang berbuat kasar kepada istrinya karena tidak dapat menyelesaikan persoalan sehingga terjadi sebuah kontak fisik antara suami dan istri.

Jika sampai hal di atas terjadi, berarti seorang suami tidak atau belum memenuhi kewajibannya dalam memberikan hak kepada istrinya dan hal ini pasti akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Oleh karena itu, sebagai seorang suami harus mampu mempergauli istrinya dengan baik. Terutama dalam kehidupan sehari-hari, jika terjadi suatu pertengkaran dalam suatu rumah tangga, maka jadikanlah sebagai cobaan atau ujian yang harus dapat diselesaikan secara pribadi.

Ingat, jika ada masalah dalam rumah tangga. Jangan sekali-kali menceritakan semua masalah ke orang lain karena hal tersebut sama dengan ghibah dan ghibah itu termasuk perbuatan yang dilarang oleh-Nya.

Ingtinya sebagai seorang suami tidak boleh berbuat kasar kepada istrinya bahkan kita harus dapat berlaku lembut kepadanya. bertutur kata baik bersikap baik dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana jika istrinya memiliki sikap yang buruk atau memiliki akhlak tidak baik?. Apa yang harus dilakukan oleh seorang suami?

Tidak ada jalan lain, selain bersabar dalam menghadapinya.

Bentuk rasa cinta Allah kepada hambanya, yaitu dengan cara memberikan sebuah ujian atau cobaan. Jadi, hadapi dengan sebaik mungkin dan penuh kesabaran. Karena nabi Shalallahu 'alaihi wassalama, dalam sabdanya : Jika seorang suami bersabar menghadapi istrinya yang memiliki akhlah yang buruk, maka suaminya akan diberikan pahala oleh Allah seperti yang sudah diberikan kepada nabi Ayub 'alaihi wassalama.

Islam mengajarkan jika seorang sumi memiliki istri yang memiliki akhlak buruk bahkan sampai berani berbuat maksiat kepada Allah, Rasulullah, dan kepada suaminya (melawan, tidak taat, dLL.), maka harus ditinggalkan dari tempat tidurnya dengan batas waktu hingga istrinya sadar dan tobat. Tapi jika tetap melakukan hal yang sama dan tidak sadar-sadar maka suami berkewajiban untuk memukulnya (pukulan yang tidak meninggalkan bekas luka/ yang dapat mematahkan tulang).

Sebagai catatan, ketika seorang suami menjauhkan atau meninggalkan istri untuk tidur sendirian bukan berarti suami tidak berbicara sepatah kata pun kepada seorang istri. Karena hal tersebut sangat tidak disarankan bahkan perbuatan tersebut hukumnya haram untuk dilakukan.

2. Memberi Materi kepada Istri

Hak istri yang wajib dilakukan oleh seorang suami selanjutnya adalah memberikan materi kepada istri. Materi ini disebut juga nafkah dalam kehidupan sehari-hari. Seperti memberi makan, pakaian, dan keperluan lainnya yang bermanfaat untuk istri. Pastinya dengan harta perolehan halal bukan hasil dari maksiat.

Jadi, Sebagai seorang suami harus dapat menafkahi istrinya dengan harta halal yang diridhai oleh Allah subhanahu wata'ala. Jangan sampai kita lupa akan kewajibah yang satu ini. Kenapa? Karena terkadang banyak suami yang asyik makan sendirian dan hanya memuaskan diri sendiri tanpa memikirkan kebutuhan istrinya. Padahal terdapat keterangan yang menjelasakan bahwa apa yang dimakan suami dan yang dipakai suami itu harus memberikan dan memenuhi kewajibannya terhadap seorang istri dengan memenuhi hak-haknya.

Oleh karena itu, seorang suami harus mampu memberikan nafkah kepada istri dengan harta pemberian yang halal dan yang menjadi istrinya harus dapat menerima dengan lapang dada terkait pemberian dari suaminya. Baik itu sedikit maupun banyak dan tetap harus bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala.

3. Memberikan Maskawin kepada Istri

Hak istri yang wajib dilakukan oleh seorang suami selanjutnya, yaitu memberikan maskawin kepada istri. Biasanya hal ini diberikan pada awal pernikahan antara kedua mempelai pengantin. Pada bagian ini saya tidak akan bahas pangjang lebar. Kenapa? Karena setiap suami sudah pasti melakukan poin yang ini.

Yang hanya perlu diingan oleh seorang suami adalah maskawin yang diberikan kepada istri, tidak boleh diminta kembali. Karena hal tersebut mutlak sesuatu yang dimiliki seorang istri.

Telah tercatat sebagai perbuatan dosa dan zina, jika seorang suami yang meninggal ketika menikah belum memberikan maskawin kepada istrinya. Hal tersebut sesuai dengan keterangan yang ada didalam kitab 'Uqudulujain.

4. Menggilir Istri

Hak istri yang harus dipenuhi oleh seorang suami adalah menggilirnya diantara istri-istri lainnya. Misalkan suami memiliki istri 3 orang, maka seorang suami berkewajiban menggilir istrinya dengan cara bermalam.

Bukan hanya menggilir pada saat bermalam saja, akan tetapi harus adil dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami. Umpamanya dalam memberikan nafkah lahiriah dan batiniah agar suasana keluarga menjadi harmonis.

5. Mengajari Istri tentang Urusan Ibadah

Pada poin terakhir adalah seorang suami berkewajiban dalam memberikan pelajaran kepada istrinya berupa ilmu pengetahuan yang meliputi fikih ibadah. Seperti tata cara solat, puasa, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh seorang istri. Misalnya masalah haid atau datang bulan yang biasa terjadi pada sekumpulan kaum wanita baligh/ Dewasa.

Termasuk menyuruh istri untuk taat kepada suaminya, ini merupakan bagian dari pelajaran yang harus diberikan oleh suami kepada istrinya. Kecuali kalau suami menyuruh pada hal-hal yang maksiat kepada Allah. Barulah istri boleh tidak menaati perintahnya tersebut.

Ingat, seorang istri harus nurut atau taat kepada semua perintah suaminya selain maksiat kepada Allah subhanahu wata'ala. Artinya jika suami memerintahkan pada hal-hal yang dilarang oleh Islam, maka istri berhak dan wajib untuk menolaknya. Hal tersebut tidak akan menambah dosa kepada seorang istri terhadap sikap penolakannya.

Demikianlah artikel tentang hak istri yang wajib dilakukan oleh suaminya. Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih

Baca Juga: Sikap Seorang Istri terhadap Suami dalam Islam yang Perlu Anda Ketahui
Buka Komentar