Puasa Qadha Bulan Ramadhan

Puasa Qadha
Puasa Qadha - 

Kamu pasti pernah mendengar apa itu Puasa Qadha bukan? Ya, Puasa Qadha adalah puasa dimana Moms atau seseorang yang pernah puasanya batal atau berbuka di bulan Ramadhan.

Disebut juga puasa pengganti untuk memenuhi kewajiban dalam berpuasa. Misalkan, Moms atau perempuan datang bulan (Haid) pada saat berpuasa sehingga puasanya batal dan wajib berbuka. Kondisi haid pada perempuan ini selama tujuh hari misalnya, maka moms harus mengqadhanya di hari lain sebanyak puasa yang ditinggalkan.

Nah, jadi bagi yang punya utang puasa cara mengqadhanya adalah dengan melakukan puasa di hari-hari yang diperkenankan puasa di sepanjang satu tahun setelah Ramadhan selain di ketiha hari, yaitu: Hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha, dan hari Tasyrik (tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah).

Untuk cara niat puasa qadha sama dengan cara niat puasa Ramadhan. Adapun untuk menambahkan kalimat Qadha itu tidak harus, namun sekedar dianjurkan saja.

Jika mengqadha puasa Ramadhan bertepatan dengan hari-hari yang disunnahkan puasa sunnah, maka niat puasanya qadha saja (tanpa dibarengi dengan niat puasa sunnah) dan itu sudah mendapatkan pahala puasa wajib dan sunnah walaupun tidak diniatkan puasa sunnah.

Hal ini (puasa qadha) tercantum dalam Q.S Al-Baqarah: 184.

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
[Yaitu] beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu yang sakit atau dalam perjalanan [lalu tidak berpuasa], maka [wajib mengganti] sebanyak hari [yang ditinggalkan] pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi, barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.